Kenali Risiko Menyimpan Barang di Gudang Sendiri

Kenali Risiko Menyimpan Barang di Gudang Sendiri

Bisnis membutuhkan pelayanan yang maksimal agar pelanggan setia Anda tetap loyal. Dalam menjalankan bisnis dagang, manufaktur dan layanan jasa, Anda wajib mengupayakan pelayanan yang bagus. Salah satu faktor pelayanan online shop erat berkaitan dengan pengiriman barang ke pelanggan. Jangan lupa untuk memastikan persediaan barang di gudang mencukupi untuk permintaan sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mempertimbangkan 3PL warehousing and distribution yang terpercaya.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk penyimpanan barang

Jika Anda memutuskan untuk melakukan pengelolaan barang mandiri, wajib mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan selama penyimpanan di gudang. Apa saja? Yuk, simak ulasan singkat terkait biaya yang lebih besar berikut ini!

1. Modal yang lebih besar

Modal yang lebih besar digunakan untuk membangun sebuah gedung atau menyewa tempat penyimpanan yang memadai. Sebelum barang yang Anda jual berhasil masuk ke keranjang pembelian konsumen, maka Anda wajib memastikan gudang penyimpanan memiliki jaminan keamanan produk yang minim kerusakan. Barang yang rusak atau cacat akibat masa penyimpanan bisa mengakibatkan pengeluaran lain.

Jika Anda memiliki modal besar pribadi, sah-sah saja. Kalau Anda mengandalkan pinjaman saja, maka perhatikan berapa lama proses membuat gudang sendiri bisa memakan waktu untuk penjualan barang. Jangan sampai Anda abai terhadap biaya kasat mata tambahan berupa bunga yang wajib dibayar dari nilai pinjaman Anda.

2. Biaya administrasi

Anda yang mengelola penyimpanan sendiri tentu butuh SDM untuk melakukan pengelolaan. Butuh karyawan untuk melakukan pengelolaan barang di gudang mulai tenaga yang memindahkan barang, mengoperasikan gudang hingga ketersediaan perangkat komputer untuk pengecekan. Tidak ada salahnya memilih 3PL warehousing and distribution yang bisa mengelola operasional barang Anda dengan biaya terjangkau.

3. Biaya penyusutan

Barang yang Anda simpan memiliki risiko penyusutan baik hilang, produk kadaluwarsa, rusak, cacat, dan lain-lain. Anda harus melakukan pengawasan dengan baik untuk meminimalisir risiko biaya penyusutan tersebut. Barang yang tidak bisa dijual kembali bisa memberikan kerugian biaya untuk keuangan usaha Anda. Seringkali biaya penyusutan penyimpanan barang luput dari pertimbangan para pelaku usaha.

Jika Anda bisa retur ke pihak supplier, maka biaya pengiriman menjadi tanggung jawab sendiri. Jika bisnis yang Anda rintis semakin besar, maka Anda butuh SDM tambahan untuk melakukan pengelolaan pada barang yang masih bagus, pengecekan stok, pengiriman retur, klaim, dan lain-lain. Tentu biaya operasional perusahaan bakal meningkat lebih banyak, ya!

Berdasarkan ulasan singkat di atas, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan jasa logistik dan pemberdayaan E-commerce yang kredibel. Pelayanan 3PL warehousing and distribution menjamin barang yang Anda di gudang penyimpanan bisa terkelola dengan benar. Proses distribusi lebih lancar dan aman sampai ke tangan pelanggan dengan jaminan memuaskan. Lebih murah dan bebas risiko barang rusak akibat bencana atau human error, kenapa tidak?